Review Asus Zenfone Selfie

Review Asus Zenfone Selfie

See the Perfect You. Yap, begitulah jargon yang diberikan oleh Asus untuk penerus  Zenfone series yang diluncurkan secara resmi di Indonesia pada tanggal 19 November 2015 melalui event Asus Zenfestival 2015. Bentuk fisik dari Zenfone Selfie sangat mirip dengan pendahulunya yaitu Zenfone 2, kecuali pada bagian depan-tengah-atas yaitu terdapat sebuah kamera dengan resolusi besar 13MP dan body ponsel yang sedikit lebih panjang jika disandingkan dengan Zenfone 2. Untuk itu, pada review kali ini Android Minang akan langsung membahas mengenai performa, daya tahan baterai, dan kamera. Bagi yang masih penasaran, silahkan kunjungi review Zenfone 2 terdahulu (link).

 

Berikut spesifikasi dari Zenfone Selfie :

 

Harga : Rp 2.799.000 (versi 16Gb) dan 2.999.000 (versi 32Gb)

Network : GSM / HSPA / LTE

Dimensi : 156.5 x 77.2 x 10.8 mm

Berat : 170 g

SIM : Dual SIM (Micro-SIM, dual stand-by)

Layar : IPS, 5.5 inch (1080 x 1920 p), Corning Gorilla Glass 4

OS : Asus ZenUI with Android v5.0 (Lollipop), upgradable to v6.0 (Marshmallow)

Prosesor : Qualcomm MSM8939 Snapdragon 615

Memori : 16/32 GB, microSD, up to 128 GB

RAM : 3 GB

Kamera Belakang : 13 MP, laser autofocus, dual-LED (dual tone) flash, Video 1080p@30fps

Kamera Depan : 13 MP, 1080p, autofocus, dual-LED (dual tone) flash

Konektivitas : Wi-Fi 802.11 a/b/g/n/ac, Bluetooth v4.0, A2DP, EDR

Baterai : Li-Po 3000 mAh

 

Dari spesifikasi diatas, yang menjadi highlight-nya adalah : Prosesor yang sudah menggunakan teknologi Qualcomm 64bit, Gorilla Glass 4, dan kamera depan-belakang dengan resolusi sama yaitu 13MP dan mengusung teknologi laser autofocus pada kamera belakang.

 

Unboxing

Minimalis. Seperti biasa, begitulah kesan pertama saya saat melihat packaging produk Zenfone series. Box sangat mudah dibuka dan di didalam nya berisi :

  • Unit Zenfone Selfie ZD551KL
  • Charger
  • Kabel Data
  • Buku panduan
  • Buku Garansi

 

Performance

 

Didukung prosesor kelas menengah keatas yaitu Qualcomm Snapdragon 615 64bit 1,7GHz dengan 8 inti dan RAM sebesar 3GB, ponsel ini terasa sangat smooth dan nyaman digunakan dalam pemakaian sehari-hari. Selama pemakaian kurang lebih 4 hari, saya tidak menemukan crash ataupun random reboot, namun masih terdapat beberapa lag/delay yang tidak begitu berarti saat transisi dari satu aplikasi ke aplikasi lain. Saya juga telah mencoba beberapa game seperti Shooty Skies, Clash Of Clans, dan NFS No Limit, ponsel ini dapat menjalankan semua game tersebut dengan cukup baik, meskipun ponsel sangat cepat panas dan seperti kewalahan saat meng-handle transisi dari menu/opsi yang ada pada game khususnya pada game NFS No Limit.

 

Tentunya belum cukup jika belum menyelipkan hasil benchmarking dari ponsel ini. Berikut hasil dari beberapa aplikasi benchmarking yang saya gunakan :

 

Battery Life

 

Dengan baterai Li-Po 3000mAh yang digandeng oleh Zenfone Selfie, saya merasa daya tahan baterai nya biasa-biasa saja. Dalam kondisi penggunaan moderat yaitu always on chatting (whatsapp, line, hangouts) dan socmed (instagram, path, twitter, google+), sesekali bermain Clash of Clan dan Ingress, tanpa menggunakan kamera alias foto-foto, ponsel ini mampu bertahan sekitar 11-12 jam dengan screen on time sekitar 3-3.5 jam.  Bagaimana menurut teman-teman ? Cukup ? Kalau masih kurang, teman-teman juga bisa beli baterai cadangan karna baterai ponsel ini bisa dilepas.

 

Berikut screenshot daya tahan baterai dari Zenfone Selfie yang saya gunakan :

Camera

 

Kamera memang menjadi daya tarik saya saat melihat presentasi produk Zenfone Series terbaru pada event Asus Zenfestival 2015. Pengenalan teknologi Laser Autofocus oleh Asus yang mengklaim dapat mengambil fokus gambar hanya dalam waktu 0.03 detik saat melakukan pemotretan memang bukan sekedar ucapan belaka.

 

Berbekal kamera 13MP depan-belakang, Zenfone Selfie bisa dibilang menjadi pilihan satu-satunya bagi para pecinta fotografi+selfie dengan budget 2jutaan saja. Kamera depan dengan lensa wide angle 88° dapat menangkap gambar dengan jangkauan lebih luas saat melakukan selfie. Jika masih kurang, mode selfie panorama juga tersedia dengan angle hingga 140°. Kamera depan dan belakang menggunakan sensor & Dual LED Flash yang sama, hanya saja kamera depan tidak menggunakan laser autofocus seperti kamera belakang. Namun, kualitas foto yang dihasilkan oleh kedua kamera nyaris sama, setidaknya oleh penglihatan mata awam saya.

 

Asus juga menyediakan bermacam mode untuk melakukan pemotretan, diantaranya : Auto, Manual, HDR, Beautification, Super Resolution, Low Light, Night, Depth of Field, Effect, GIF, Panorama, Miniature, Time Rewind, Smart Remove, All Smiles, Slow Motion, dan Time Lapse.

Mode pemotretan pada Zenfone Selfie baik untuk kamera depan maupun belakang.

 

Saat memilih mode pemotretan, yang menarik perhatian saya adalah fitur Time Rewind. Fitur ini mengambil beberapa foto selama 2 detik sebelum shutter ditekan dan 1 detik sesudah shutter ditekan. Sangat cocok digunakan untuk memotret objek yang bergerak cukup cepat. Berikut hasil foto percobaan yang saya lakukan dengan fitur ini :

 

Bisa dilihat dari hasil foto diatas bahwa pada saat shutter ditekan (posisi 0.0s) saya tidak mendapatkan objek mobil, justru objek mobil terlihat jelas pada saat 2 detik dan 1.7 detik sebelum shutter ditekan. Really helpfull !

 

Jika anda seorang fotografer yang sangat menyukai mode manual pada kamera DSLR, maka Zenfone Selfie pun juga menawarkan fitur tersebut. Anda dapat mengatur ISO, Shutter Speed (S), Fokus (lambang kamera), Exposure (EV), dan White Balance (WB). Bagaimana ? Tertarik ?

Oh ya sebagai catatan kecil, untuk mengakses kamera pun dapat dilakukan dengan sangat mudah saat kondisi layar sedang mati, cukup dengan menulis huruf S pada layar untuk langsung mengakses kamera depan dan huruf C untuk kamera belakang. Tentunya bukan hanya itu, kita dapat mengubah gesture tersebut sesuai keinginan dan juga tersedia untuk mengakses aplikasi lain. Thanks to gesture yang  disediakan oleh ZenUI.

 

Berikut beberapa foto yang diambil menggunakan Zenfone Selfie yang saya gunakan :

Selfie Outdoor
Selfie Lowlight
Selfie Flash

 

Mode Auto (kiri), HDR (kanan)

 

Mode Auto kondisi backlight (kiri), HDR kondisi backlight (kanan)

 

Mode Depth of Field (macro)

Mode Lowlight (kiri), Auto dengan Flash (kanan)

Conclusion

 

Zenfone Selfie menjadi rekomendasi dari saya jika anda ingin membeli sebuah ponsel dengan kemampuan kamera dan fitur yang komplit, terutama jika anda penggemar berat selfie. Kehadiran kamera 13MP depan-belakang tidak diragukan lagi menjadi satu-satunya pilihan saat ini dengan harga 2jutaan.

 

Kelebihan :

  • Kamera 13MP depan-belakang
  • Layar 5.5inch dengan resolusi Full HD dan Gorilla Glass 4
  • Performa yang cukup baik
  • Laser Auto Focus (kamera belakang) dan Dual LED Flash (depan-belakang)
  • Support SD Card hingga 128GB
  • Bisa LTE untuk kedua slot SIM Card’

 

Kekurangan

  • Cepat panas
  • Daya tahan baterai yang seharusnya mampu bertahan lebih lama
  • Body cukup bongsor
  • Kinerja prosesor yang kurang maksimal.