Android Community & Review

Review Asus Zenfone 5, Mid End Killer

Review Asus Zenfone 5, Mid End Killer
Pada tahun ini, 2014, persaingan smartphone semakin menjadi-jadi, para vendor smartphone mulai dari kelas low-end, mid-end hingga kelas high-end semuanya berpacu dalam menciptakan inovasi baru dan menyediakan smartphone berkualitas dan memiliki performa yang sangat baik namun harganya dapat dijangkau. Berbagai macam cara dilakukan oleh vendor-vendor tersebut, mulai dari penambahan fitur pada aplikasi kamera, spesialisasi pada aplikasi tambahan, hingga menggunakan hardware kamera yang mencapai 20,7 mega pixels.
Motherboard, ya itulah yang terpintas didalam pikiran ketika mendengar nama brand yang satu ini. Perusahaan asal Taiwan ini dahulunya mengawali sepak terjangnya dengan bergerak di bidang personal computer, sebagai produsen motherboard. Namun seiring berjalannya waktu perusahaan ini mulai merambah ke ranah mobile. ASUS, begitulah nama sebutan untuk perusahaan ini, ASUS melebarkan sayapnya dengan bersaing dengan vendor smartphone lainnya dengan harapan dapat menjadi brand yang diminati masyarakat di dunia dengan slogannya “In Search of Incredible”.

In Search of IncredibleASUS kali ini benar-benar menonjolkan ciri khas pada smartphone yang bernama Zenfone ini, ciri khas tersebut dapat terlihat pada spek yang ditawarkan kepada masyarakat di dunia. Untuk kali ini, kita akan melakukan review pada ASUS Zenfone 5.Ciri khas pada ASUS Zenfone 5 ini terletak pada harga yang bisa dikatakan dibawah vemdor lain pada kelas yang sama, yakni IDR 2.099.000,-. Harga ini memang membuat kita seakan tidak percaya dengan apa yang ditawarkan oleh ASUS pada spek dari smartphone yang satu ini. Berbekal prosesor dari Intel dengan seri Z2560, ASUS sangat percaya diri akan kemampuannya memberikan performa yang luar biasa untuk penggunanya. Prosesor dual core ini masing-masingnya memiliki kecepatan 1,6 GHz dengan teknologi Hyper Quad Threading yang memberikan sensasi quad core sehingga ponsel ini dapat menjalankan multi tasking dengan sangat baik. PowerVR SGX544MP2 menjadi pilihan ASUS sebagai prosesor untuk pengolahan grafik yang dinilai sangat baik dalam menjalankan game berkualitas HD. Dibantu RAM dengan ukuran 1 GB, Zenfone 5 dapat melaju dengan mulus pada setiap sentuhan pada screennya, dan media penyimpanan internal sebesar 8 GB serta memiliki slot penyimpanan hingga 64 GB makin membuat kita semakin tidak percaya dengan apa yang diberikan ASUS pada harga tersebut.

Untuk bahan bakar, ASUS Zenfone 5 menggunakan baterai dengan ukuran 2030 mAh, sangat disayangkan karena untuk ponsel dengan kinerja setara quad core prosesor tentunya akan membutuhkan tenaga yang sangat besar untuk melakukan multi tasking nantinya. Akan tetapi sekali lagi ASUS tidak akan membuat sedih para pengguna Zenfone 5 ini, dengan tambahan fitur aplikasi Power Saving dari ZenUI, para pengguna dapat memilih tiga mode yakni, Ultra-saving mode, Optimized mode, dan Customized mode. Dengan Customized mode, pengguna dapat memilih kapan saja kecerahan screen berubah menjadi terang atau redup, serta dapat mematikan koneksi internet ketika dalam mode suspended atau standby.

Ketajaman Display, Keindahan User Interface Menyatu dalam Kesempurnaan pada Genggaman

Tahun 2014, dimana para vendor smartphone berlomba menciptakan display smartphone hingga memiliki resolusi sebesar 2K, namun hal tersebut tidak berlaku untuk Zenfone 5. Smartphone ini lebih memilih menggunakan resolusi 720 pixels diproyeksikan dengan layar 5” berteknologi Super IPS capacitive touchscreen yang mampu menginterpretasikan 16 juta warna dengan ketajaman pixel sebesar 294 pixel-per-inch, sehingga tampilannya menjadi terlihat lebih apik. Pengguna Zenfone 5 juga tidak perlu khawatir akan goresan yang pada screen yang ditimbulkan gesekan debu atau bahkan kunci, karena Zenfone sendiri menggunakan teknologi dari Corning Gorilla Glass 3 yang memang terkenal dalam ketahanan screen.

Zenfone 5 memiliki dimensi 148,2 x 72,8 x 10,3 dengan berat 140 gram, smartphone ini terasa sangat pas di dalam genggaman, namun sangat disayangkan dengan ukurannya yang terlalu panjang, sehingga membuat tangan menjadi tidak nyaman ketika digunakan dengan satu tangan. Hal tersebut tidak menghalangi penggunanya untuk tetap terkagum-kagum pada Zenfone 5 ini, body yang kokoh dapat terlihat jelas dari ketebalan 10,3 mm sehingga smartphone ini jauh dari kesan ringkih.


Tidak cukup itu saja, ASUS melalui user interface terbarunya dengan nama ZenUI mempunyai fitur aplikasi bernama “Splendid” yang dapat digunakan untuk mengatur tingkat kecerahan warna serta saturasi dari layar, sehingga kita nantinya dapat mengatur tingkatny disesuaikan dengan keinginan. Mode “Vivid” juga disediakan bagi user yang ingin menggunakan smartphone dengan saturasi yang tinggi, sehingga warna-warna semakin cerah.

Lowlight? Bukan masalah!

ASUS Zenfone 5 hadir dengan kamera depan 2 mega pixels dan 8 mega pixels untuk kamera belakang, yang mana ukuran ini adalah ukuran ideal untuk sebuah smartphone seperti yang dipertahankan Apple pada produk iPhone. Karena semakin besar pixel pada kamera, maka akan semakin besar juga hasil foto yang akan dihasilkan. ZenUI sekali lagi memberikan pengguna kemudahan didalam penggunaan kamera, serta memberikan fitur-fitur tambahan seperti Time rewind, HDR, Panorama, Night, Low Light (2M), Selfie, Miniature, Depth of Field, Smart Remove, All Smiles, Beautification, dan GIF animation.

Hasil foto outdoor:

Hasil foto indoor:

Lowlight memang merupakan permasalahan bagi sebuah smartphone, kualitas foto yang dihasilkan kamera pada smartphone dalam keadaan lowlight biasanya memiliki banyak noise, atau buram. Sepertihalnya teknologi kamera HTC yang menggunakan teknologi Ultra Pixel, ASUS juga hadir dengan teknologi PixelMaster Camera, yang mana dengan kamera pada Zenfone ini pengguna dapat mengambil gambar dalam keadaan gelap dengan kualitas yang baik.

Hasil Gambar Pada Keadaan Low Light :
Mode Otomatis :

Mode Low Light :

Tidak Perlu Repot Pencet Shutter

ASUS sangat ingin memanjakan penggunanya, kali ini ASUS menghilangkan tombol shutter dan digantikan dengan tombol volume, dengan bantuan touch focus dan tap-to-capture pengguna dapat mengabadikan momen tanpa perlu repot lagi. Tren selfie yang merebak di 2014 ini pun menjadi pertimbangan bagi ASUS dalam merilis Zenfone. Dengan adanya fitur selfie, pengguna dapat menggunakan kamera belakang untuk mengabadikan momen, karena fitur ini mempermudah pengguna tanpa harus menekan tombol shutter dalam pengambilan gambar dengan face recognition.

Dari Android Launcher ke ZenUI

Zenfone merupakan flagship dimana ASUS mulai mengambil langkah besar di dalam dunia mobile dan yakin akan mampu menyaingi kompetitor lainnya. Perubahan besar ini terlihat dari user interface yang digunakan Zenfone, layaknya Oppo dengan ColorOS, Sony dengan Xperia Launcher, HTC dengan Sense, Samsung dengan Touchwiz, ASUS menemukan jati dirinya dengan menggunakan ZenUI yang memberikan kesan anggun. ZenUI dibuat dengan
Android 4.3 sebagai basis dari OS yang digunakan. Dengan desain icon yang bisa dikatakan bertentangan dari standar, ZenUI hadir dengan desain flat yang mengingatkan kita kepada Google Chrome dan Windows Phone. Warna status bar yang dapat berubah sesuai dengan tema aplikasi menambah keindahan desain yang sangat memanjakan mata. Effortlessly, itulah kesan yang muncul ketika kita menggunakan ZenUI pada ASUS Zenfone, karena ZenUI mempunyai tujuan untuk mempermudah penggunanya melakukan aktifitas hanya dengan satu gadget.
Berbagai aplikasi tambahan dari ZenUI memang terbukti berguna bagi penggunanya, beberapa diantaranya adalah Mirrors, aplikasi simple ini dapat mempermudah pengguna untuk bercermin dengan memanfaatkan kamera depan, Super Note bisa digunakan ketika pengguna ingin mencatat sesuatu yang penting tanpa perlu repot mencari pulpen dan kertas dalam mendukung paper less, Do It Later sebuah aplikasi untuk mencatat semua agenda yang harus dilakukan agar tidak terlupa, serta adanya Share Linkyang berfungsi sebagai media file transfer dengan device yang berada di sekitarnya dengan bantuan Wi-Fi.

Tampilan lockscreen pada Zenfone juga tidak luput dari keindahan dan kemudahan. Kesan effortlessly kembali meuncul ketika kita melihat lockscreen dari ZenUI karena dari lockscreen kita bisa menjangkau telepon, pesan, dan kamera dengan bantuan shortcut yang disediakan. Selain itu ZenUI juga menyediakan informasi mengenai cuaca, to-do list, dan notifikasi yang masuk hanya dalam satu screen. Perubahan ini benar-benar membawa ASUS ke jenjang dimana kita meyakini pengguna akan berpikir dua kali untuk berpindah ke lain hati.

Beginilah Smartphone Seharusnya

Era 2014 ini benar-benar membuat penggila gadget dan smartphone terkaget sekaligus terkagum dengan produk-produk baru yang ditawarkan oleh vendor. Berbagai macam ukuran layar mulai dari 3,5” hingga phablet 7” dan fitur-fitur spesifik bersama-sama meramaikan pasar smartphone Indonesia. Disaat semua smartphone menggunakan teknologi octa core dan quad core, ASUS Zenfone 5 lebih memilih menggunakan prosesor dual core, resolusi 720 pixels dan kamera 8 mega pixels untuk meraih pangsa pasar yang lebih besar tahun, hal ini dapat dibuktikan ASUS dengan merilis ASUS Zenfone 4, 5, dan 6. Beginilah smartphone seharusnya, memiliki fitur all-in-one yang memanjakan pengguna dan memunculkan kesan effortlessly.

Pros:
Harga terjangkau, antar muka ZenUI, fitur pada kamera.
Cons:
Tidak ada backlight pada soft key, desain terlalu panjang.

Battery Usage:

Untuk pengujian, pada ASUS Zenfone 5 dipasangkan aplikasi Twitter, Facebook, BBM, Path, dengan intensitas penggunaan yang tinggi, lalu dengan kondisi menggunakan full 3G dan Wifi berikut pemakaiannya

Antutu Benchmark Zen5

Gambar dengan Fitur DOF

Spesifikasi Zenfone 5

Konektivitas Sim
2G Network GSM 850 / 900 / 1800 / 1900
3G Network HSDPA 850 / 900 / 1900 / 2100
Sim
Dual SIM (Micro-SIM, dual stand-by)
Dimensi
148.2 x 72.8 x 5.5-10.3
Berat
145 g (5.11 oz)
Display
IPS capacitive touchscreen, 16M colors
Size
720 x 1280 pixels, 5.0 inches (~294 ppi pixel density)
Proteksi
Corning Gorilla Glass 3
Card slot
microSD, up to 64 GB
Internal
8/16 GB, 1 GB RAM
Speed
HSDPA, 42.2 Mbps; HSUPA, 5.76 Mbps
Wi-Fi 802.11 b/g/n, Wi-Fi Direct, Wi-Fi hotspot
Bluetooth
v4.0 with A2DP, EDR
Kamera
Primary 8 MP, 3264 x 2448 pixels, autofocus, LED flash
Secondary 2 MP
OS
ZenUI Android 4.3 (Upgradeable)
Chipset
Intel Atom Z2580
CPU
Dual-core 2 GHz (Quad Core HT)
GPU
PowerVR SGX544MP2
Baterai
Non-removable Li-Po 2110 mAh battery

Review Oleh : @damnedivan, Divisi R&D Android Ranah Minang



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *